Review Overwatch – Game Shooter Berbasis Tim yang Menyenangkan dan Kompetitif

Overwatch adalah permainan bergenre multiplayer first-person shooter yang dimainkan bersama tim. Permainan yang dideskripsikan sebagai ‘hero shooter’ ini dikembangkan dan dirilis oleh Blizzard Entertainment. Pemain akan ditugaskan bersama 6 orang yang akan melawan 6 orang lainnya dalam satu tim yang berbeda. Setiap pemain dapat memilih satu dari 30 karakter yang disebut ‘hero’. Masing-masing hero memiliki keunikan cara bermain yang terbagi ke dalam tiga peran utama sesuai dengan tujuan masing-masing. Pemain dalam satu tim bekerja sama menyerang musuh dan mempertahankan benteng mengacu pada peta dalam waktu yang ditentukan. Pemain akan memperoleh hadiah berupa kosmetik skin dan pose kemenangan saat mereka bermain.

Overwatch mulanya dirilis dengan permainan kasual, dengan mode ranking kompetitif, beberapa mode permainan ‘Arcade’, dan mode permainan yang bisa dimainkan secara online melalui browser. Kemudian sebagai tambahannya, Blizzard menambahkan karakter-karakter baru, peta, dan mode permainan post-rilis. Semua itu dapat digunakan secara gratis, kecuali untuk kotak-kotak loot untuk memperoleh item kosmetik. Permainan ini dirilis untuk PS 4, Xbox One, dan Windows pada 2016, sedangkan port untuk Nintendo Switch akan dirilis pada Oktober 2019.

Permainan yang termasuk dalam kategori video game terbaik sepanjang masa ini memiliki beberapa mode permainan yang secara umum didesain untuk mengakomodasi permainan untuk masing-masing tim beranggotakan 6 orang. Mulanya pemain harus memilih 6 karakter dari salah satu dari tiga tipe kelas, yaitu Damage, Tank, dan Support.  Hero pada kelas Damage bertugas untuk menyerang atau mempertahankan benteng. Hero pada kelas Tank dapat menyerap bahaya dalam jumlah yang besar, sementara hero dalam kelas Support mampu menyembuhkan anggota tim yang terluka.

Masing-masing hero memiliki set kemampuan yang unik, yang menggambarkan atribut-atribut intrinsik mereka seperti level kesehatan dan kecepatan berlari, serangan primer, beberapa set kemampuan aktif dan pasif, dan kemampuan utama yang bisa digunakan setelah hero mampu melawan musuh dan menyembuhkan teman satu tim mereka. Para pemain bisa mengganti hero ketika permainan berlangsung, yang menjadi kelebihan permainan FPS ini. Kemampuan berganti hero saat permainan berlangsung memungkinkan komposisi tim yang lebih dinamis sehingga bisa beradaptasi dengan situasi.

Permainan yang juga disebut bergenre ‘hero shooter’ ini memiliki latar cerita menarik yang tayang sebelum permainan dimulai melalui animasi singkat. Berlatar 60 tahun di masa depan dan bertempat di atas bumi fiksional, 30 tahun setelah krisis bernama ‘Omnic Crisis’. Sebelum krisis terjadi, bumi telah mencapai masa kejayaan, kesuburan, dan perkembangan teknologi yang pesat dyogya. Manusia pun membuat robot-robot dengan kecerdasan buatan untuk mencapai kesetaraan ekonomi dan mulai diperlakukan selayaknya manusia itu sendiri. Robot-robot ini kemudian berbalik menyerang umat manusia, dan krisis menyebar ke seluruh dunia. Pasukan Overwatch kemudian dibentuk oleh Persatuan Bangsa untuk memulihkan krisis.

Game ini tidak termasuk ke dalam esports karena fokusnya untuk membangun permainan kompetitif terbaik terlebih dahulu, meskipun mereka menyadari permainan ini memiliki potensi untuk diikutsertakan dalam esports. Hal ini dilakukan karena pihak pengembang game menemukan bahwa berbahaya untuk mengikutsertakan permainan terlalu dini dalam esports. Terlepas dari itu semua, game ini juga digadang-gadang akan menjadi permainan esports yang melejit karena memiliki gaya permainan yang unik dan penampilan yang berbeda. Peta dan berbagai karakter yang sangat variatif pada game ini merupakan hasil pengembangan Blizzard.